KUNJUNGAN ISDUSTRI (tahun pelajaran 2011/2012)

Merupakan progam Multimedia SMK N 1 Cluwak Kelas X.

Rabu, 27 Januari 2016

Ujian Praktek Kejuruan (UPK)

Assalamualaikum Wr. Wb.
Di informasikan kepada semua siswa kelas XII Multimedia 1 dan XII Multimedia 2 untuk pelaksanaan UPK (Ujian Praktek Kejuruan) dimulai tanggal 15 s/d 20 Februari 2016, dengan jadwal Hari Senin 15 Feb s/d 17 Feb 2016 Kelas XII MM1 dan Hari Kamis 18 Feb s/d 20 Feb 2016 Kelas XII MM2.
Terima kasih.

Sabtu, 21 Februari 2015

Tugas Khusus Untuk Anak kelas XI MM selama Prakerin

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
 Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
"Amin Ya Robbal Alamin"
 
Tugas Selama Prakerin untuk anak-anak Multimedia khususnya kelas XI (MM1&MM2)
Dikumpulkan Pas Masuk Hari Pertama Setelah Prakerin
  1. Membuat video klip sebuah lagu (lagunya bebas boleh Pop,Rok,Ndangdud,Keroncong DLL) + dengan suaranya sendiri-sendiri(Dubbing) ,dengan video rekaman pembuat tugas sendiri.
  2. Tugas ini Per Individu (Satu anak satu)
  3. Dikumpulkan dalam bentuk DVD,Cover + label fotonya masing-masing dengan judul lagunya masing-masing(buat semenarik mungkin)
  4. Dipresentasikan setelah 1 Minggu






Wassalamualaikum wr.wb
Good Luck

 

Senin, 09 September 2013

Stop Motion


Kamis, 16 Mei 2013

Model pemotretan pada camera Canon





A-DEP= Automatic Depth of Field
Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih memungkinkan untuk menghasilkan foto yang tajam baik pada foreground maupun background.

M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

Av= Aperture Value Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.

Tv= Time Value Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.

P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.

Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.

Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.

Night Scene
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pada malam hari.

No Flash
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture akan lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.

sumber:http://sukasukizs.blogspot.com/2011/02/model-pemotretan-pada-camera-nikon.html

Apakah itu ISO?




Pasti ramai yang masih tertanya-tanya apakah itu ISO sebenarnye kan? Ada yang masih menganggap jika kita mengambil gambar dengan ISO yang tinggi gambar lebih mudah diambil dan tidak menghasilkan sebarang gegaran. Adakah penyataan ini betul atau salah? Jom kita sama-sama bincang.
ISO secara mudahnya ditafsirkan sebagai tahap sensitiviti(kepekaan) terhadap cahaya.
Kalau anda ingat tentang kamera dulu-dulu yang pakai filem, pada kotak filem (atau sesetengah memanggil kodak) ada tertulis perkataan 100/200/400/800. Inilah kepekaan filem tersebut terhadap cahaya.Bagi kamera digital zaman kini, ISO merujuk kepada kepekaan sensor kamera terhadap cahaya.

Semakin rendah nilai tersebut, semakin rendah kepekaan filem/sensor terhadap cahaya dan ‘noise’ yang dihasilkan adalah kurang.
Begitu jugalah sebaliknya untuk nilai ISO yang lebih tinggi. Lebih tinggi nilai ISO, lebih peka filem/sensor tersebut terhadap cahaya tetapi lebih banyak ‘noise’ akan dihasilkan.
Istilah ‘Noise’ atau terjemahan ke dalam bahasa secara terus bermakna BISING. Tapi ini bukan bermakna gambar tersebut mengeluarkan bunyi bising atau menjerit, noise ini merujuk kepada setiap butiran yang kasar pada gambar yang anda ambil.
JADI NAK GUNA ISO BERAPA?
Persoalan pertama yang timbul di minda kita, apakah nilai ISO terbaik untuk setting kamera saya?adakah yang rendah lebih baik atau yang tinggi?
100? 200? 400? 800? 1600? 3200?

Nilai ISO yang paling sesuai utk kamera anda haruslah mengikut kepada suasana sekeliling anda samada anda dalam keadaan gelap (malam), sedikit cahaya (dalam rumah) atau pun cahaya terang(di luar rumah). Dari pengalaman peribadi Fotogu.Com, setting di bawah ini adalah yang terbaik untuk bagi mereka yang masih baru dalam fotografi dan ingin membuat eksperimen tentang ISO.

ISOSuasana
100Outdoor (Cahaya Sangat Terang)
200Outdoor (Cahaya Terang)
400Indoor (Cahaya Kurang)
800Indoor (Cahaya Sangat Kurang)
1600Indoor / Malam (Cahaya Hampir Tiada)

Namun, anda masih bebas menggunakan ISO yang tinggi di mana-mana yang anda suka kerana di Malaysia, ada jurukamera yang sengaja membuat gambar-gambar yang diambil mempunyai noise yang tinggi kerana menjadi teknik tersendiri atau trademark beliau. Dengan ISO yang tinggi jugak, gambar yang diambil dapat menghasilkan kurang gegaran kerana kelajuan shutter menjadi lebih pantas dan sensor kamera mampu menyimpan/merekod imej dengan lebih cepat. Ini kerana sensor tersebut lebih peka terhadap cahaya dan sensor tidak memerlukan masa yang lama untuk merekod imej tersebut.

sumber : http://sukasukizs.blogspot.com/2011/02/apakah-itu-iso.html

MACAM - MACAM JENIS PHOTOGRAPHY


Dalam kamus bahasa Indonesia pengertian fotografi adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film. Pendek kata, penjabaran dari fotografi itu tak lain berarti "menulis atau melukis dengan cahaya".

Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa). 
Pada umumnya semua hasil karya fotografi dikerjakan dengan kamera, dan kebanyakan kamera memiliki cara kerja yang sama dengan cara kerja mata manusia. Seperti halnya mata, kamera memiliki lensa, dan mengambil pantulan cahaya terhadap suatu objek dan menjadi sebuah image. Tetapi, sebuah kamera dapat merekam sebuah image kedalam sebuah film dan hasilny tidak hanya bisa dibuat permanen tetapi dapat pula diperbanyak, dan diperlihatkan kepada orang lain. Sedangkan mata, hanya dapat merekam image kedalam memori otak dan tidak bisa dilihat secara langsung kepada orang lain.

Ada juga yang bilang Perinsip kerja dari photography dan kamera itu di ibaratkan seperti keran air. Kenapa keran air ? karena semakin keran di buka maka makin bnyak air yang keluar begitu juga kamera semakin kita buka lensa tersebut maka makin banyak cahaya yang akan keluar. Dalam seni photogrhpy banyak jenis jenisnya dianantaranya yaitu :


Landscape Photography

LANDSCAPE PHOTOGRAPHY

Landscape fotografi adalah genre dimaksudkan untuk menunjukkan ruang yang berbeda dalam dunia, kadang-kadang luas dan tanpa akhir, tapi kali lain mikroskopis.Gaya populer fotografi dipraktekkan oleh para profesional dan amatir. Foto biasanya menangkap kehadiran alam dan sering bebas dari penghalang buatan manusia.Pemandangan fotografer biasanya berusaha untuk menyampaikan penghargaan dunia.

Macro Photography
Macro Photography
Fotografi makro adalah fotografi close-up. Definisi klasik adalah bahwa gambar yang diproyeksikan pada "film pesawat" (yaitu, film atau sensor digital) dekat dengan ukuran yang sama sebagai subyek. Lensa dirancang untuk makro biasanya di paling tajam mereka di jarak fokus makro dan tidak cukup sebagai tajam pada jarak fokus yang lain.




Street Photography
fotografi Street adalah jenis fotografi dokumenter yang fitur subjek dalam situasi jujur dalam tempat-tempat umum seperti jalan, taman, pantai, mall, konvensi politik dan pengaturan lainnya.

Street Photography


Portrait Photography
Portrait Photography
Potret fotografi atau potret adalah penangkapan dengan cara fotografi serupa dengan seseorang atau sekelompok kecil orang (potret kelompok), di mana ekspresi wajah dan dominan. Tujuannya adalah untuk menampilkan rupa, kepribadian, dan bahkan mood subjek. Seperti jenis lain potret, fokus foto adalah wajah seseorang, meskipun seluruh tubuh dan latar belakang dapat dimasukkan. Sebuah potret umumnya tidak snapshot, tapi gambar yang terdiri dari orang dalam posisi masih. Sebuah potret sering menunjukkan orang yang melihat langsung pada kamera.







Journalism Photography
Journalism Photography
Photojournalism adalah bentuk khusus dari jurnalisme (mengumpulkan, mengedit, dan menyajikan bahan berita untuk diterbitkan atau disiarkan) yang menciptakan gambar agar dapat menceritakan sebuah kisah berita. Sekarang biasanya dipahami untuk merujuk hanya untuk gambar diam, tetapi dalam beberapa kasus istilah ini juga merujuk ke video yang digunakan dalam jurnalisme penyiaran.



Fashion Photography
Fashion Photography
Photografi Fashion adalah genre fotografi yang ditujukan untuk menampilkan pakaian dan barang-barang fashion lainnya. Fotografi fashion yang paling sering dilakukan untuk iklan atau majalah fashion seperti Vogue, Vanity Fair, atau Allure. Seiring waktu, fotografi fashion telah mengembangkan estetika sendiri dimana pakaian dan mode diperkuat dengan adanya lokasi eksotis atau aksesoris.

“ kamera hanyalah sebuah alat untuk menghasilkan sebuah karya seni .Nilai lebih dari sebuah karya seni tersebut tergantung dari orang yang mengoprasikan kamera tersebut.”


sumber : http://ilmuady.blogspot.com/2012/04/macam-macam-jenis-photography.html